Selasa, 09 Desember 2014

hate to miss someone


One night I stand I remind of youOur hope and dreamTears in my eyesWhen you gone so fastWhen I realized you know I can be perfect
I fall from youYou make me like I can't stand with youYou make me like I can't live with youI can't hold your handSo please don't let me down
I try to be a strongerWhen I know everything overEverytime I feelEveryday I thinkI never see you once again
I know I can't be strongerEven I try to forget youOh no I missing youI need It's you
So please don't make me feel likeI keep you in my heart
I fall from youYou make me like I can't stand with youYou make me like I can't live with youI can't hold your handSo please don't let me down
I try to be a strongerWhen I know everything overEverytime I feelEveryday I thinkI never see you once again
I know I can't be strongerEven I try to forget youOh no I missing youI need It's youSo please don't make me feel like
I miss your smile I miss your faceI need you hear I need your hugs
In everynight in everydayLike you want me to be
I miss your voice I miss your laughI need your hear I need your hugIn everynight in everydayIs you
You know everything is youYou know everything is youYou know everything is youYou know everything ... You know everything ... Is you

Still Virgin-Dear Ndut

Lyric by : Satrio SV
saat semuanya telah berbeda apa yang kita rasa
ku tak ingin engkau terluka
memang kita belum terbiasa atau mungkin tak bisa bersama
tapi ku ingin kau percaya
ku tak ingin kau terluka
hanya kali ini ku tak ingin kau pergi
walau sejenak tuk pejamkan mata ini
mungkin waktu ini terlalu lama bagiku
untuk memintamu selalu ada di sampingku
coba genggamlah tanganku dan biarkanlah diriku menjagamu
hingga kau terlelap
ku kan menunggu dirimu karena kau sangatlah berarti untukku
“mungkin ku terlalu mencintaimu”
jangan biarkanlah dirimu
lama untuk mengerti diriku
kau kan buat ku menghilang
cobalah kau sadari
ku ingin kau hadir saat ku termenung
memandang wajahku berikan senyummu
jangan kau tinggalkan
ku ingin hapuskan air mata mu
saat kau terlalu merindukanku
jangan kau lupakan
karena mungkin waktu ini yang terbaik untuk dirimu dan diriku
percayalah kasih , kau sangatlah berarti untukku:)

Young Guns - I Want Out

Sejarah Tanjung Barat

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Naskah Wangsakerta[sunting | sunting sumber]

Pada zaman sebelum kemerdekaan, wilayah Tanjung Barat ini khususnya di daerah Muara, merupakan pusat dari sebuah kerajaan kecil bernama kerajaan Tanjung Jaya[1] atau Tanjung Wijaya yang merupakan kerajaan bawahan dari kerajaan Sunda Galuh/kerajaan Pajajaran. Kerajaan ini didirikan oleh Prabu Wangsatunggal, seorang sepupu Prabu Ragamulya Luhur Prabawa, raja Kerajaan Sunda ke-30. Wangsatunggal mendirikan kerajaan ini pada tahun 1333. Menurut naskah Wangsakerta. Lokasi pusat kerajaan Tanjung Jaya diperkirakan di daerah Muara dekat "kali kawin" (pertemuan kali Ciliwung dengan kali Cijantung). Kerajaan ini awalnya bernama Tanjung Kalapa dan berpusat di Tanjung Timur (Condet) tetapi oleh Wangsatunggal pusat Kerajaan Tanjung Kalapa (taklukan Tarumanagara) dipindahkan ke Tanjung Barat. Prabu Wangsatunggal kemudian mengganti nama Tanjung "Kalapa" dengan Tanjung "Jaya". Raja-raja Tanjung Jaya berturut-turut adalah:
  • Prabu Wangsatunggal
    • Ratu Munding Kawati
      • Raja Mental Buana
        • Raja Banyak Citra
          • Raja Cakralarang
            • Ratu Kiranawati (ratu terakhir).
Sumber sejarah tentang kerajaan Tanjung Jaya ini memang hanya berasal dari Naskah Wangsakerta, sayangnya naskah ini termasuk kontroversial karena diragukan validitasnya.

Islam di Tanjung Jaya[sunting | sunting sumber]

Tidak diketahui kapan tepatnya Islam masuk ke kerajaan ini tetapi menurut kajian budayawan Betawi Ridwan Saidi hal ini bisa dirunut dari berdirinya Pesantren Syekh Quro atau Syekh Hasanuddin di Karawang pada tahun 1418. Syekh Quro adalah seorang pendakwah asal Kamboja yang pengaruhnya terasa hingga ke keraton Tanjung Jaya sehingga banyak pembesar-pembesar keraton yang masuk Islam. Saat dipimpin Ratu Kiranawati, agama Islam sudah berkembang pesat. Hal ini berbeda dengan di kerajaan Sunda dimana pengaruh Hindu di keraton masih sangat kuat.
Selain dikenal sebagai seorang muslimah yang taat, Ratu Kiranawati juga terkenal dengan kecantikan wajahnya sehingga oleh rakyatnya dijuluki dengan Ratu Kebagusan. Ratu Kiranawati wafat dan dimakamkan di daerah Ratu Jaya Depok. Pada masa pemerintahan Ratu Kiranawati, salah satu Adipati Kerajaan yang bernama Pangeran Papak menjadi salah satu dari Tujuh Wali Betawi. Ke-tujuh wali Betawi adalah: Syekh Quro, Pangeran Cakrabuana (Kian Santang), Pangeran Darma Kumala, Kumpi Datuk, Habib Sawangan, Pangeran Papak dan Ki Aling [2]. Ketujuh 'wali Betawi' ini, hidup sebelum penyerbuan Fatahillah ke Sunda Kelapa.

Penyerbuan Fatahillah[sunting | sunting sumber]

Alasan Fatahillah (kesultanan Demak) melakukan penyerbuan ke Sunda Kelapa adalah untuk mengusir penjajah Potugis yang membangun benteng di pelabuhan Sunda Kelapa. Saat itu pelabuhan Sunda Kelapa adalah pelabuhan utama kerajaan Sunda Galuh sementara Sunda Galuh menyerahkan pengawasan dan pengelolaan Sunda Kelapa kepada kerajaan bawahannya yaitu kerajaan Tanjung Jaya. Keberadaan Potugis di Sunda Kelapa adalah atas undangan Sunda Galuh dan mereka bersekutu dalam sebuah Perjanjian. Persekutuan ini secara otomatis juga melibatkan Tanjung Jaya.
Pada tanggal 22 Juni 1527, pasukan gabungan dari Kesultanan Demak dan Kesultanan Cirebon di bawah pimpinan Fatahillah (Faletehan) berhasil merebut Sunda Kelapa. Kegagalan pasukan Tanjung Jaya yang dibantu Sunda Galuh dalam mempertahankan pelabuhan Sunda Kelapa menjadi awal keruntuhan Tanjung Jaya. Sisa-sisa pasukan mereka yang selamat beserta kerabat keraton akhirnya mengungsi ke ibukota Sunda yaitu Pakuan Pajajaran tetapi pada tahun 1579 sultan Maulana Yusuf dari Kesultanan Banten menghancurkan Pakuan Pajajaran sehingga berakhirlah riwayat kerajaan Sunda termasuk kerajaan-kerajaan kecil bawahannya.
Pada masa pemerintahan Fatahillah (sering disebut Pangeran Jayakarta I), beliau mambangun pusat pemerintahan Kadipaten lengkap dengan alun-alunMasjid raya serta perumahan pejabat Kadipaten. Pengawasan Kadipaten baru bentukan Fatahillah diserahkan kepada kesultanan Banten.
Sultan Banten yaitu Maulana Hasanuddin atau Pangeran Sabakingkin (1552 - 1570) mengangkat menantunya Pangeran Tubagus Angke (sering disebut Pangeran Jayakarta II) menjadi Adipati Sunda Kalapa kemudian diteruskan oleh Pangeran Sungerasa Jayawikarta (sering disebut Pangeran Jayakarta III) [3] [4]. Pada tanggal 30 Mei 1619, Jayakarta direbut Belanda di bawah pimpinan Jan Pieterszoon Coen sekaligus memusnahkannya. Di atas puing-puing Jayakarta didirikan sebuah kota baru yaitu Batavia.

Peninggalan Sejarah[sunting | sunting sumber]

Belum ada upaya menemukan kembali sisa-sisa peninggalan sejarah di Tanjung Barat, baik peninggalan fisik maupun peninggalan berupa tulisan masa lampau yang memiliki keterkaitan, hal ini berbeda dengan wilayah Condet, Bale Kambang, Batu Ampar, Kampung Gedong serta Tanjung Timur yang memiliki banyak peninggalan dari masa lampau seperti Situs Landhuis Gedong Tanjung Timur di kelurahan Kampung Gedong, Pasar Rebo, Jakarta Timur [5] [6].

Young Gun

Tolong jangan kau kembali
Bersama Dirinya
Dalam pandangan ini
Berharap kau mengerti
Apa yang terjadi dengan perasaan ini

Mungkin tak pernah terucap
Kata cinta untukmu dari diriku
Yang kan mengubah segalanya
Antara aku dengan dirimu

Reff:
Kenanglah diriku walau dalam mimpi
sampai kita berjumpa nanti
Ku kan pergi dan mungkin takkan kembali
Menemuimu lagi